Monday, December 8, 2014

selepas dia pergi, aku kehilangan segalanya

     Kawan, kalian tau cinta? Bukan, bukan Cinta pasangannya Rangga. Ini cinta yang ada di hati, yang kuat bagai kesatria dalam perang badar mungkin lebih kuat dari itu.
Jadi pagi ini, berbulan-bulan setelah cinta pergi, semakin kuat dan yakin hidupku terasa hampa. Apalah artinya jika aku mer asa bahwa aku tak miliki hidup yang normal? Berjalan pun seakan bumi yang ditapaki ini memaki ku dengan keras.

     Tak pernah aku rasakan bahagia lagi seperti dulu saat mentari masih malu-malu menggantung di langit sana. Aku tak pernah lihat dan rasakan lagi cinta itu di dalam hidup dan hati
ku. Dan tak pernah lagi aku melihat sosok terbaik seperti cinta, sekarang ini, di abad melenium ini. Benar-benar melenium, tak ada warna lain kurasa.
Semangatku hangus terbakar mentari, mimpiku hanyut terguyur hujan, bahkan naluri hidupku padam oleh takut yang begitu besar. Begitulah yang ku rasa aku kehilangan segalanya setelah cinta pergi
     Tapi aku yakin, masih ada cinta yang lain di dunia ini yang sama seperti cintaku yang telah tiada, karena aku yakin Tuhan itu adil, akan ada yang menggantikan saat yang lain pergi. Hanya saja belum aku temukan di mana cinta, aku rasa bukan pada tempatku berpijak sekarang. Mungkinkah di sana? Di belahan dunia sana yang tanahnya putih bersih dan dingin, atau di sana? Yang pijakannya halus tapi panas?

No comments:

Post a Comment